Surat “Abal-abal” Buatan Mafia Tanah Lebih Kuat dari Sertifikat


Sumber: SKH Sinar Indonesia Baru, Senin 16 Januari 2012, hal. 1 dan 15.

Masalah Tanah di Sumut Dinilai Pelik dan Luar Biasa

Surat “Abal-Abal” Buatan Mafia Tanah Lebih Kuat dari Sertifikat

Ibaratnya, Segudang Kebenaran Dikalahkan Segenggam Kekuasaan

Medan (SIB)

Pengamat pobtik dan hukum dari Jakarta DR Putra Kaban SH MH melihat, masalah pertanahan di Indonesia khususnya d Sumut merupakan masalah yang sangat pelik dan sangat luar biasa, karena sertifikat tanah yang dilahirkan berdasarkan peraturan dan undang-undang yang berlaku, tidak lagi berharga, tapi lebih kuat surat “abal-abal” yang dibuat mafia tanah”. Sehingga mayoritas tanah dikuasai para mafia yang akhirnya menimbulkan sengketa berujung hilangnya nyawa manusia.

“Meskipun banyak peraturan soal pertanahan yang ada sekarang, tapi tidak bisa menyelesaikan masalah pertanahan yang pro kepada rakyat. Bahkan sejak zaman Orde Baru. masyarakat lemah selalu dipijak’ dan menjadi korban mafia tanah,” ujar Putra Kaban kepada wartawan, Minggu (15/1) di Medan menanggapi” semakin menggiIanya masalah pertanahan di Indonesia khususnya di Sumut. Putra Kaban melihat, walaupun sertifikat itu merupakan alat bukti yang kuat dan sah menurut hukum terhadap kepemilikan tanah, tapi justru yang terjadi sangat aneh, sebab sertifikat kepemilikan tanah tidak bisa menjadi jaminan kuat atas kepemilikan tanah. Bagaimana tidak, sertifikat sering dikalahkan oleh surat ”abal-abal’ atau surat tanah biasa yang legalitasnya jauh lebih rendah dari sertifikat, akibat mafia tanah.

Begitulah faktanya sekarang jelas Kaban, urusan tanah dikuasai para mafia. Akibatnya pihak yang lemah selalu menjadi korban. Fakta hukum tidak lagi berbicara, melainkan semua diukur oleh nilai materi, kekerasan serta kekuatan.

”Perlindungan menyangkut hak kepemilikan tanah terhadap masyarakat sangat lemah. Kita sangat berharap kepada pemerintah dan DPR-RI membuat undang-undang pokok agraria yang pro rakyat. Bukan lagi pro pengusaha atau mafia tanah, apalagi dicampurkan dengan unsur politis. Jika kondisi yang terjadi sekarang ini masih terus dipertahankan, sampai kapan pun urusan tanah sangat rumit,” jelas Putra Kaban yang juga eksekutif muda dan pengusaha taman wisata alam ini.

Disinggung mengenai banyaknya lahan eks HGU PTPN dikuasai oleh mafia tanah, Kaban mengatakan persoalan itu memang bukan lagi menjadi rahasia. Itu sudah benar terjadi. Masyarakát yang sudah kesulitan tanah dan tidak mempunyai tanah hingga akhirnya menjadi penggarap, sering menjadi korban. Bahkan masyarakat juga sering menjadi bulan-bulanan dan sapi perahan para mafia.

“Jadi kalau soal tanah ini, ibarat segudang kebenaran dikalahkan oleh segenggam kekuasaan mafia tanah”. Itulah yang terjadi sekarang,” cetus politisi senior salah satu partai penguasa dimaksud. Untuk itu, putra kelahiran tanah ini meminta kepada pemerintah dan DPR-RI agar serius menggodok UU Agraria yang baru, agar nantinya benar-benar pro rakyat, sebab di Sumut saja, kasus-kasus tanah sangat marak terjadi. Bahkan sebahagian besar tanah eks HGU PTPN telah dikuasai oleh mafia, oknum pejabat PTPN maupun kelompok tertentu.

Sedangkan kepada pihak PTPN, BUMN maupun BUMD diharapkan jangan menelantarkan tanahnya dan membiarkan menjadi persoalan rumit yang dapat menelan korban jiwa. Tapi benar-benarlah menjaga tanah tersebut.

“Sebagai advokad, saya sudah puluhan tahun menangani sengketa tanah, termasuk di Sumut. Sering kali terjadi sertifikat dikalahkan oleh surat “abal-abal” yang dibuat mafia tanah yang legalitasnya sangat diragukan, dan ini terjadi gara-gara unsur politis dan kekuatan materi, termasuk juga adanya permainan aparat terkait, baik itu di tingkat BPN, PTN, pejabat kecamatan, kelurahan, hingga desa-desa terpencil, termasuk juga preman dan aparat penegak hukum. Kita sangat sedih melihatnya,” ungkap Kaban.

Untuk itu, Kaban menegaskan, agar pemerintah dan DPR-RI benar-benar serius menangani masalah tanah ini, jangan sampai tenjadi pertikaian antara masyarakat dengan penghuni kebun atau dengan mafia tanah, baru semua sibuk mencari kambing hitam. (M10/d).

>

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s